Powered by WorkMe Logo

Ketika membahas employee wellbeing, perusahaan umumnya berfokus pada kesehatan fisik dan mental karyawan. Namun, ada aspek lain yang tidak kalah penting, yaitu financial wellbeing atau kesejahteraan finansial. Kondisi keuangan merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari yang dapat memengaruhi cara seseorang menjalani pekerjaannya. Kekhawatiran mengenai cicilan, kebutuhan rumah tangga, dana darurat, atau persiapan masa depan dapat menjadi sumber tekanan yang terbawa hingga ke lingkungan kerja.


Bagi HR, kondisi ini perlu menjadi perhatian dalam merancang program employee wellbeing yang lebih menyeluruh. Sebab, mendukung karyawan tidak hanya berarti memperhatikan kesehatan fisik dan mental, tetapi juga membantu mereka mendapatkan akses terhadap edukasi dan pendampingan finansial yang relevan.


Apa Itu Financial Wellbeing?

Financial wellbeing bukan berarti seseorang harus memiliki penghasilan tinggi atau terbebas dari seluruh masalah keuangan. Financial wellbeing lebih berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengelola kondisi finansial, memenuhi kebutuhan saat ini, menghadapi pengeluaran tak terduga, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih terencana.


Kondisi ini dapat dibangun melalui pemahaman mengenai pengelolaan anggaran, perencanaan tujuan finansial, dana darurat, serta perlindungan keuangan sesuai kebutuhan dan tahap kehidupan. Karena setiap karyawan memiliki situasi yang berbeda, kebutuhan edukasi finansial mereka pun tidak selalu sama. Karyawan yang baru memulai karier mungkin membutuhkan panduan menyusun anggaran, sedangkan karyawan yang sudah berkeluarga mungkin lebih membutuhkan perencanaan pendidikan anak atau persiapan pensiun.


Bagaimana Tekanan Finansial Memengaruhi Karyawan?

Ketika karyawan mengalami tekanan finansial, dampaknya tidak selalu berhenti di luar kantor. Kekhawatiran mengenai kondisi keuangan dapat menyita perhatian dan membuat seseorang lebih sulit berkonsentrasi. Dalam kondisi tertentu, tekanan tersebut juga dapat memengaruhi pengambilan keputusan, suasana hati, dan pengalaman karyawan selama bekerja. Jika tidak mendapatkan dukungan yang sesuai, tekanan finansial dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap stres berkepanjangan.


Meski demikian, dampaknya dapat berbeda pada setiap individu. Karena itu, perusahaan tidak perlu berasumsi bahwa semua karyawan menghadapi masalah yang sama. Langkah yang lebih relevan adalah menyediakan akses terhadap edukasi dan dukungan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan masing-masing.


Apa yang Bisa Dilakukan HR untuk Mendukung Financial Wellbeing?

Perusahaan tidak harus menyelesaikan seluruh masalah finansial karyawan. Namun, HR dapat mengambil peran dengan menyediakan sumber daya yang membantu karyawan memahami kondisi keuangan dan mengambil keputusan secara lebih terencana. Berikut beberapa langkah yang dapat diterapkan.

1. Hadirkan edukasi finansial yang praktis

Perusahaan dapat mengadakan sesi edukasi mengenai pengelolaan cash flow, penyusunan anggaran, dana darurat, dan perencanaan keuangan. Materi sebaiknya relevan dengan tantangan yang dihadapi karyawan sehari-hari.

2. Sesuaikan program dengan kebutuhan karyawan

Lakukan survei atau identifikasi kebutuhan untuk mengetahui topik finansial yang paling relevan. Pendekatan ini membantu HR memilih materi yang sesuai dengan profil dan tahap kehidupan peserta.

3. Sediakan akses ke tenaga profesional

Edukasi umum dapat membantu membangun pemahaman dasar, sementara pendampingan dari tenaga profesional dapat memberikan perspektif yang lebih sesuai dengan kebutuhan peserta.

4. Integrasikan financial wellbeing ke dalam program employee wellbeing

Kesehatan finansial dapat menjadi bagian dari strategi wellbeing yang lebih luas, bersama dengan dukungan kesehatan mental, aktivitas fisik, dan pengembangan lingkungan kerja yang suportif.


Financial Wellbeing Bersama Certified Financial Planner WorkMe

Untuk membantu perusahaan menghadirkan edukasi finansial yang relevan, WorkMe menyediakan sesi bersama Certified Financial Planner (CFP) yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan.


Topik yang dapat dibahas meliputi:

  • Pengelolaan cash flow dan anggaran: membantu karyawan memahami pemasukan, pengeluaran, dan alokasi keuangan.
  • Perencanaan tujuan finansial: menyusun prioritas keuangan sesuai kebutuhan jangka pendek dan jangka panjang.
  • Dana darurat dan perlindungan finansial: memahami pentingnya persiapan menghadapi kebutuhan tak terduga.
  • Strategi keuangan sesuai tahap kehidupan: mengeksplorasi kebutuhan finansial berdasarkan kondisi dan tujuan masing-masing peserta.


Materi dapat disesuaikan dengan profil karyawan dan tantangan finansial yang ingin menjadi fokus perusahaan. Melalui pendekatan ini, HR dapat menghadirkan program financial wellbeing yang tidak sekadar memberikan informasi, tetapi juga membantu karyawan membangun pemahaman untuk mengelola keuangan secara lebih terencana.


Jadikan Financial Wellbeing Bagian dari Strategi Perusahaan

Financial wellbeing bukan hanya tentang kondisi keuangan individu. Ini juga merupakan salah satu aspek yang patut dipertimbangkan ketika perusahaan ingin membangun employee wellbeing secara menyeluruh. Dengan menyediakan edukasi dan akses terhadap pendampingan yang tepat, perusahaan dapat membantu karyawan meningkatkan pemahaman finansial sekaligus memperluas dukungan yang tersedia di tempat kerja.


Ingin menghadirkan sesi Certified Financial Planner untuk karyawan di perusahaan Anda?

WorkMe siap membantu merancang program financial wellbeing yang relevan dengan kebutuhan organisasi dan tim Anda.


Hubungi WorkMe melalui Contact Us untuk mendiskusikan program yang sesuai bagi perusahaan Anda.

Kontak Kami