Powered by WorkMe Logo

Hari Ayah bukan hanya momentum untuk memberikan apresiasi kepada sosok ayah, tetapi juga kesempatan bagi perusahaan untuk menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan karyawan yang menjalani peran sebagai orang tua. Di tengah tuntutan pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, ayah bekerja juga membutuhkan ruang untuk beristirahat, berbagi pengalaman, dan menjaga kesehatan mental. Karena itu, perusahaan dapat merancang aktivasi Hari Ayah yang tidak sekadar seremonial, tetapi juga mendukung employee wellbeing. Bagi HR dan tim People & Culture, berikut tujuh ide kegiatan Hari Ayah di perusahaan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan.


1. Coffee Talks: Ruang Santai untuk Berbagi Cerita

Coffee Talks menghadirkan diskusi santai dengan suasana yang lebih informal. Karyawan dapat berbagi perspektif tentang pengalaman menjadi ayah, tantangan menyeimbangkan pekerjaan dan keluarga, hingga cara menjaga waktu untuk diri sendiri. Perusahaan dapat menghadirkan fasilitator agar percakapan tetap nyaman dan inklusif. Tidak ada kewajiban bagi peserta untuk membagikan pengalaman pribadi; cukup menyediakan ruang untuk mendengarkan dan terhubung.


2. Art Therapy: Mengekspresikan Diri Melalui Aktivitas Kreatif

Aktivitas seni dapat menjadi alternatif untuk membantu peserta mengeksplorasi pikiran dan perasaan melalui warna, gambar, atau karya kreatif. Dengan pendampingan profesional yang kompeten, sesi ini dapat dirancang sebagai ruang refleksi yang menyenangkan. Jika menggunakan pendekatan terapeutik, kegiatan perlu dipandu oleh tenaga profesional yang sesuai. Perusahaan juga dapat memilih format aktivitas seni untuk wellbeing tanpa mengklaimnya sebagai terapi klinis.


3. Running and Chill Bareng Psikolog

Aktivasi ini menggabungkan aktivitas fisik ringan dengan sesi berbincang bersama psikolog. Peserta dapat memulai hari dengan lari santai atau berjalan bersama, kemudian melanjutkan diskusi tentang stres kerja, keseimbangan kehidupan, dan pentingnya merawat diri. Format ini menawarkan pendekatan yang lebih kasual untuk mengenalkan topik kesehatan mental. Sesuaikan intensitas aktivitas dengan kondisi peserta agar kegiatan tetap aman dan inklusif.


4. Training: Mengembangkan Keterampilan Menghadapi Tantangan

Perusahaan dapat menyelenggarakan training yang membahas keterampilan praktis, seperti manajemen stres, komunikasi keluarga, pengelolaan emosi, dan work-life balance. Sesi dapat dipandu psikolog atau fasilitator yang relevan dengan topik. Dengan materi yang aplikatif, peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun di rumah.


5. Talkshow: Membuka Percakapan tentang Fatherhood

Talkshow Hari Ayah dapat menghadirkan psikolog, praktisi, atau narasumber yang relevan untuk membahas pengalaman menjadi ayah di tengah tuntutan modern. Topik yang dapat diangkat meliputi ekspektasi sosial terhadap ayah, keterlibatan dalam pengasuhan, kesehatan mental, dan tantangan membagi waktu. Diskusi ini membantu perusahaan membangun kesadaran bahwa pengalaman setiap ayah berbeda dan layak dihargai.


6. Fatherhood Support Group: Ruang Berbagi yang Suportif

Fatherhood Support Group menyediakan ruang diskusi kelompok kecil bagi karyawan yang ingin berbagi pengalaman menjalani peran sebagai ayah. Dengan fasilitator yang tepat, peserta dapat saling mendengarkan dan memperoleh perspektif baru. Agar kegiatan terasa aman, partisipasi perlu bersifat sukarela, privasi peserta harus dihormati, dan tidak seorang pun perlu merasa terpaksa menceritakan persoalan pribadi.


7. Pause for Dads: Mindfulness and Relaxation

Tidak semua aktivasi perlu berlangsung lama atau memiliki banyak rangkaian kegiatan. Pause for Dads dapat dirancang sebagai sesi singkat yang berisi latihan pernapasan, mindfulness, peregangan ringan, dan relaksasi. Aktivitas ini mengajak karyawan mengambil jeda dari rutinitas, memperhatikan kondisi diri, dan kembali menjalani aktivitas dengan kesadaran yang lebih baik.


Menjadikan Aktivasi Hari Ayah Bagian dari Employee Wellbeing

Tujuh ide tersebut dapat menjadi titik awal bagi perusahaan untuk menghadirkan perayaan Hari Ayah yang lebih relevan dengan kebutuhan karyawan. HR dapat memilih satu aktivitas utama atau menggabungkan beberapa format sesuai anggaran, waktu, dan karakteristik tim. Namun, dukungan wellbeing sebaiknya tidak berhenti setelah perayaan selesai. Perusahaan dapat melengkapinya dengan akses konseling dan Employee Assistance Program (EAP) agar karyawan memiliki pilihan dukungan ketika menghadapi tantangan pekerjaan maupun personal.


WorkMe by Ibunda.id mendukung perusahaan dalam merancang program employee wellbeing, mulai dari aktivitas wellbeing dan edukasi kesehatan mental hingga layanan EAP sesuai kebutuhan organisasi.


Ingin merancang aktivasi Hari Ayah yang bermakna bagi karyawan Anda? Hubungi WorkMe by Ibunda.id melalui workme.id/id/contact-us untuk mendiskusikan program yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kontak Kami