Powered by WorkMe Logo

Ketika membicarakan employee wellbeing, perusahaan sering mengaitkannya dengan benefit tambahan untuk karyawan. Contohnya, menyediakan layanan konseling, mengadakan wellness activity, atau memberikan akses ke layanan kesehatan. Berbagai program tersebut merupakan bagian penting dari upaya mendukung kesejahteraan karyawan. Namun, apakah employee wellbeing hanya sebatas benefit yang ditawarkan perusahaan?

Jawabannya, employee wellbeing dapat menjadi benefit sekaligus bagian dari business strategy.


Bagi karyawan, pengalaman bekerja tidak hanya ditentukan oleh gaji, jabatan, atau tanggung jawab pekerjaan. Mereka juga dapat mempertimbangkan bagaimana perusahaan memperhatikan kebutuhan mereka sebagai individu, termasuk ketika menghadapi tekanan pekerjaan, menjaga kesehatan, atau mengelola kondisi finansial. Bagi perusahaan, perhatian terhadap kebutuhan tersebut dapat menjadi bagian dari upaya membangun employee experience yang lebih suportif dan lingkungan kerja yang berkelanjutan. Oleh karena itu, employee wellbeing perlu dipandang lebih luas daripada sekadar daftar employee benefits.


1. Employee Wellbeing Tidak Hanya tentang Mental Health

Employee wellbeing mencakup berbagai aspek kehidupan yang saling berkaitan. Empat dimensi yang dapat menjadi kerangka dalam merancang program wellbeing adalah emotional wellbeing, physical wellbeing, financial wellbeing, dan social wellbeing.

Emotional Wellbeing

Emotional wellbeing berkaitan dengan kemampuan seseorang dalam mengenali dan menghadapi emosi, mengelola tekanan, serta memperoleh dukungan ketika menghadapi tantangan. Dalam lingkungan kerja, karyawan dapat menghadapi berbagai situasi yang memengaruhi kondisi emosional mereka, mulai dari tuntutan pekerjaan hingga perubahan dalam kehidupan personal. Perusahaan dapat mendukung aspek ini melalui edukasi kesehatan mental, akses konseling psikologis, dan program dukungan yang relevan dengan kebutuhan karyawan.

Physical Wellbeing

Physical wellbeing berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan fisik dan kebiasaan hidup yang mendukung kondisi tubuh. Aktivitas kerja yang padat dapat membuat karyawan kesulitan menyediakan waktu untuk memperhatikan kesehatan. Karena itu, perusahaan dapat mempertimbangkan program edukasi kesehatan, konseling nutrisi, serta aktivitas wellbeing yang mendorong kebiasaan hidup lebih sehat.

Financial Wellbeing

Financial wellbeing berhubungan dengan bagaimana seseorang memahami dan mengelola kondisi keuangannya, merencanakan kebutuhan finansial, serta mengambil keputusan yang sesuai dengan situasi masing-masing. Kondisi finansial dapat menjadi salah satu sumber tekanan bagi sebagian karyawan. Melalui edukasi dan konseling finansial, perusahaan dapat memberikan akses terhadap informasi dan dukungan profesional untuk membantu karyawan memahami pilihan yang tersedia.

Social Wellbeing

Social wellbeing berkaitan dengan hubungan interpersonal, rasa terhubung dengan orang lain, dan kualitas interaksi sosial. Di tempat kerja, hubungan dengan rekan kerja, atasan, dan lingkungan tim dapat memengaruhi pengalaman karyawan. Perusahaan dapat mendukung aspek ini melalui aktivitas kolaboratif, ruang interaksi yang positif, dan inisiatif yang mendorong komunikasi serta koneksi sosial.


Keempat dimensi tersebut tidak berdiri sendiri. Tantangan finansial dapat menambah tekanan emosional, kondisi fisik dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari, dan hubungan sosial dapat menjadi sumber dukungan ketika seseorang menghadapi kesulitan. Oleh karena itu, pendekatan employee wellbeing yang holistik membantu perusahaan mempertimbangkan kebutuhan karyawan dari berbagai sisi, bukan hanya satu aspek.


2. Mengapa Employee Wellbeing Dapat Menjadi Business Strategy?

Menyediakan program wellbeing memang dapat menjadi salah satu bentuk employee benefits. Namun, pendekatan yang dirancang sesuai kebutuhan karyawan juga dapat menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun pengalaman kerja yang lebih baik.

Ada beberapa alasan mengapa HR dan perusahaan perlu mempertimbangkan employee wellbeing secara strategis.

Mendukung Employee Experience

Pengalaman karyawan terbentuk dari berbagai interaksi selama mereka bekerja di perusahaan. Selain kompensasi dan pengembangan karier, akses terhadap dukungan yang relevan juga dapat menjadi bagian dari pengalaman tersebut. Ketika perusahaan memahami kebutuhan karyawan dan menyediakan jalur dukungan yang jelas, employee wellbeing dapat menjadi salah satu cara untuk menunjukkan perhatian terhadap karyawan sebagai individu.

Membantu Perusahaan Memahami Kebutuhan Karyawan

Program wellbeing dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan memahami kebutuhan karyawan secara lebih terstruktur. Melalui evaluasi kebutuhan, masukan peserta, dan penggunaan layanan yang sesuai dengan kebijakan privasi, HR dapat memperoleh gambaran mengenai jenis dukungan yang dibutuhkan dan menentukan prioritas program berikutnya. Informasi tersebut dapat membantu perusahaan merancang inisiatif yang lebih relevan daripada hanya mengadakan aktivitas berdasarkan tren atau kebiasaan tahunan.

Mendukung Lingkungan Kerja yang Lebih Suportif

Karyawan memiliki kebutuhan dan tantangan yang beragam. Tidak semua kebutuhan dapat dijawab melalui satu jenis program. Dengan menyediakan pilihan dukungan yang sesuai, perusahaan dapat membangun lingkungan kerja yang memberi ruang bagi karyawan untuk mencari bantuan, memperoleh informasi, dan memperhatikan wellbeing mereka.

Menjadi Bagian dari Strategi Keberlanjutan Organisasi

Employee wellbeing dapat diintegrasikan ke dalam perencanaan HR bersama inisiatif lain, seperti pengembangan talenta, employee engagement, pengelolaan beban kerja, dan pengembangan budaya perusahaan. Meski demikian, program wellbeing bukan solusi tunggal untuk semua tantangan organisasi. Dampaknya perlu dievaluasi sesuai tujuan, kebutuhan karyawan, serta indikator yang relevan. Dengan pendekatan tersebut, wellbeing tidak hanya menjadi aktivitas tambahan, tetapi bagian dari strategi pengelolaan karyawan yang lebih menyeluruh.


3. Bagaimana Perusahaan Membangun Program Employee Wellbeing yang Holistik?

Pendekatan holistik tidak selalu berarti perusahaan harus menyediakan seluruh jenis program sekaligus. HR dapat memulainya dengan memahami kebutuhan karyawan dan menentukan bentuk dukungan yang paling relevan. Berikut beberapa langkah yang dapat dipertimbangkan.

1. Identifikasi kebutuhan karyawan

Gunakan survei, diskusi, atau mekanisme umpan balik yang sesuai untuk memahami kebutuhan emotional, physical, financial, dan social wellbeing di lingkungan kerja.

2. Tentukan prioritas program

Pilih program berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi, ketersediaan sumber daya, dan tujuan perusahaan. Setiap organisasi dapat memiliki prioritas wellbeing yang berbeda.

3. Sediakan akses terhadap dukungan profesional

Pertimbangkan layanan yang sesuai, seperti konseling psikologis, konseling finansial, atau konseling kesehatan dan nutrisi. Pastikan layanan diberikan oleh profesional dengan kompetensi yang relevan.

4. Komunikasikan program secara jelas

Karyawan perlu mengetahui program yang tersedia, cara mengaksesnya, dan ketentuan privasi yang berlaku. Program yang baik perlu disertai komunikasi yang mudah dipahami.

5. Evaluasi dan kembangkan program secara berkala

Tinjau partisipasi, masukan peserta, serta indikator yang sesuai dengan tujuan program. Gunakan hasil evaluasi untuk menentukan apakah program perlu dilanjutkan, disesuaikan, atau dikembangkan.


Melalui langkah-langkah tersebut, HR dapat membangun program employee wellbeing yang lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan organisasi.


4. WorkMe by Ibunda.id: Mendukung Employee Wellbeing secara Holistik

Setiap perusahaan memiliki karakteristik karyawan, tantangan, dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, program wellbeing perlu dirancang dengan mempertimbangkan konteks organisasi, bukan menggunakan satu pendekatan yang sama untuk semua perusahaan. WorkMe by Ibunda.id mendukung perusahaan dalam menghadirkan program employee wellbeing yang mencakup berbagai dimensi kesejahteraan karyawan. Berikut beberapa bentuk dukungan yang dapat dipertimbangkan.

Mendukung Emotional Wellbeing

Perusahaan dapat menyediakan akses ke Mental Health Check-Up (MHCU) dan psychological counseling bersama tenaga profesional. Program ini dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan memberikan ruang bagi karyawan untuk memahami kebutuhan kesehatan mental dan memperoleh dukungan yang relevan.

Mendukung Financial Wellbeing

Melalui financial counseling bersama Certified Financial Planner (CFP), karyawan dapat mendiskusikan kondisi dan perencanaan finansial sesuai kebutuhan mereka. Dukungan ini dapat melengkapi edukasi finansial perusahaan dengan kesempatan untuk membahas pertanyaan dan situasi keuangan secara lebih terarah.

Mendukung Physical Wellbeing

WorkMe juga menyediakan health counseling bersama nutritionist untuk mendukung kebutuhan edukasi dan konsultasi terkait kesehatan serta nutrisi. Pendekatan ini dapat menjadi bagian dari program perusahaan yang mendorong karyawan lebih memperhatikan kebutuhan fisik dan kebiasaan hidup sehari-hari. Dengan mengombinasikan bentuk dukungan yang relevan, perusahaan dapat mengembangkan program wellbeing yang tidak hanya berfokus pada kesehatan mental, tetapi juga mempertimbangkan kebutuhan karyawan secara lebih menyeluruh.


Employee Wellbeing: Investasi pada People and Business

Employee wellbeing bukan sekadar benefit yang terlihat menarik dalam daftar employee benefits perusahaan.

Ketika dirancang berdasarkan kebutuhan karyawan dan diintegrasikan ke dalam strategi HR, wellbeing dapat menjadi bagian dari upaya membangun employee experience yang lebih suportif serta lingkungan kerja yang berkelanjutan. Bagi perusahaan, langkah awalnya adalah memahami bahwa karyawan memiliki kebutuhan yang beragam. Karena itu, dukungan wellbeing juga perlu mempertimbangkan berbagai aspek kehidupan mereka.


Your employees are more than their roles at work. Their wellbeing is multidimensional, too.

WorkMe by Ibunda.id siap menjadi partner perusahaan dalam mengembangkan program employee wellbeing secara holistik, mulai dari emotional wellbeing, physical wellbeing, hingga financial wellbeing. Mari diskusikan kebutuhan wellbeing perusahaan Anda bersama WorkMe by Ibunda.id.

📩 Email: helloworkme@ibunda.id

📞 Telepon: +62 856-7774-365 (Viscal)

🌐 Website: https://workme.id/

Kontak Kami