Program employee wellbeing menjadi salah satu upaya perusahaan untuk mendukung kesehatan dan kesejahteraan karyawan. Bentuknya dapat berupa seminar kesehatan mental, konseling psikologis, pemeriksaan kesehatan, hingga aktivitas yang mendorong karyawan untuk beristirahat dan terhubung dengan rekan kerja. Namun, menyediakan program saja belum cukup. HR perlu memastikan bahwa program tersebut benar-benar relevan, dapat diakses, dan sesuai dengan kebutuhan karyawan. Evaluasi secara berkala membantu perusahaan mengetahui apakah program yang berjalan masih efektif atau perlu disesuaikan.
Berikut lima tanda program employee wellbeing di perusahaan perlu dievaluasi:
1. Partisipasi Karyawan Terus Rendah
Rendahnya partisipasi dapat menjadi tanda bahwa program perlu ditinjau kembali. Misalnya, jumlah peserta seminar kesehatan mental selalu sedikit atau karyawan jarang menggunakan layanan wellbeing yang tersedia. Namun, rendahnya partisipasi tidak selalu berarti karyawan tidak peduli terhadap wellbeing. Jadwal, beban kerja, format kegiatan, hingga kurangnya informasi dapat menjadi faktor yang memengaruhi. HR dapat mengevaluasi waktu pelaksanaan, format, topik, serta mengumpulkan feedback langsung dari karyawan.
2. Program Tidak Sesuai dengan Kebutuhan Karyawan
Kebutuhan wellbeing setiap karyawan dapat berbeda. Karyawan yang bekerja di kantor dapat memiliki tantangan yang berbeda dengan karyawan operasional atau mereka yang bekerja dengan sistem shift. Jika perusahaan menggunakan pendekatan yang sama untuk semua kelompok tanpa memahami kebutuhan mereka, manfaat program mungkin belum optimal. Survei, diskusi, employee feedback, atau evaluasi program sebelumnya dapat membantu HR merancang program wellbeing karyawan yang lebih relevan.
3. Program Hanya Berjalan pada Momen Tertentu
Seminar kesehatan mental saat peringatan tertentu atau kegiatan wellbeing menjelang akhir tahun dapat menjadi aktivitas yang positif. Namun, workplace wellbeing membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Jika program hanya dilakukan sesekali tanpa tindak lanjut, karyawan mungkin tidak memiliki akses terhadap edukasi maupun dukungan ketika mereka membutuhkannya. Perusahaan dapat mengintegrasikan wellbeing melalui kombinasi edukasi, aktivitas wellbeing, dan akses terhadap dukungan profesional.
4. Karyawan Belum Nyaman Mengakses Dukungan
Perusahaan mungkin sudah menyediakan konseling atau dukungan kesehatan mental, tetapi karyawan belum tentu merasa nyaman untuk menggunakannya. Kekhawatiran mengenai kerahasiaan, stigma, atau ketidakjelasan cara mengakses layanan dapat menjadi hambatan. Karena itu, HR perlu mengomunikasikan manfaat layanan, mekanisme akses, serta ketentuan kerahasiaan yang berlaku. Budaya kerja yang suportif juga penting agar karyawan merasa bahwa mencari bantuan merupakan hal yang wajar.
5. Belum Ada Indikator Evaluasi yang Jelas
Jumlah kegiatan yang diselenggarakan belum tentu menunjukkan keberhasilan program employee wellbeing. HR perlu menentukan indikator sesuai dengan tujuan program, seperti:
- Tingkat partisipasi karyawan
- Feedback dan kepuasan peserta
- Relevansi topik atau materi
- Pemanfaatan layanan yang tersedia
- Kualitas pelaksanaan program
Evaluasi yang terstruktur membantu perusahaan menentukan hal yang perlu dipertahankan, diperbaiki, atau dikembangkan pada program berikutnya.
Evaluasi Program Employee Wellbeing Bersama WorkMe
Program employee wellbeing yang efektif bukan selalu program dengan jumlah kegiatan paling banyak. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan karyawan, mudah diakses, dan dievaluasi secara berkala. Melalui WorkMe by Ibunda.id, perusahaan dapat mengeksplorasi berbagai bentuk dukungan wellbeing, mulai dari mental health education and training, psychological support and counseling, hingga fun wellbeing activities.
Dengan pendekatan yang lebih terarah, perusahaan dapat membangun program wellbeing yang tidak hanya aktif secara kegiatan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan karyawan dan tujuan organisasi. Ingin mengevaluasi atau mengembangkan program employee wellbeing di perusahaan Anda?
Diskusikan kebutuhan organisasi bersama WorkMe by Ibunda.id.
📞 +62 856-7774-365 (Viscal)